ikut2an Bang Lihin ama Ridu ahh.. *basbang euy* :
Bagaimana kalau ada kabar baik yang menyatakan mengonsumsi kafein dalam jumlah tertentu dapat mengecilkan lingkar paha? Bagi coffee atau cream lovers, ini tentu kabar yang sangat menggembirakan.Sekali tepuk dua lalat. Dapat nikmatnya kopi sekaligus bonus mengecilkan lingkar paha. HmmmPenelitian yang dipublikasikan di Journal of Cosmetic Dermatology mengungkapkan berdasar penelitian yang dilakukan para peneliti dari Rio de Janeiro, Brazil terhadap 99 perempuan, yang diwajibkan mengonsumsi krim yang mengandung 7% kafein sebanyak dua kali sehari selama 30 hari, ternyata menunjukkan hasil yang menggembirakan.Dari 99 perempuan yang ikut studi sebanyak 80% menunjukkan perubahan nyata bentuk fisik, ditandai dengan mengecilnya ukuran paha bagian atas dan bawah. Sekitar 68% dari mereka menunjukkan ukuran pinggang yang lebih kecil.
Selain untuk mengukur pengurangan lingkar tubuh, kafein juga bermanfaat untuk meminimalkan selulit. Namun apakah selulit ini bisa dihilangkan, masih belum jelas benar. Dengan menggunakan alat khusus yang bisa mengukur kadar lemak, disimpulkan bahwa hanya sedikit pengaruh yang ditimbulkan pada selulit di pinggang dan paha.
“Tidak ada obat untuk selulit,” tandas Omar Lupi dari Federal University, Rio de Janeiro. Lupi, ketua tim peneliti sekaligus mengingatkan meski konsumsi krim berkafein bisa membantu terlihat langsing, namun diimbangi dengan olahraga tetap diperlukan.
Source : hanyawanita.com
Menurut wiki en :
Privacy is the ability of an individual or group to seclude information about themselves and thereby reveal themselves selectively. The boundaries and content of what is considered private differs between cultures and individuals, but shares basic common themes. Privacy is sometimes related to anonymity, the wish to remain unnoticed in the public realm. When something is private to a person, it usually means there is something within them that is considered inherently special or personally sensitive. The degree to which private information is exposed therefore depends on how the public will receive this information, which differs between places and over time. Privacy can be seen as an aspect of security — one in which trade-offs between the interests of one group and another can become particularly clear.
Klo menurut wiki Indonesia :
Privasi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.
Ada artikel bagus tentang Privasi :
PRIVASI Tak Harus Bikin Frustrasi
Privasi itu bukan menutup-nutupi. Privasi adalah sisi pribadi yang dijaga bagi diri sendiri. Sejauh mana privasi ini dijaga dalam rumah tangga?
Perkawinan adalah kontrak sosial yang harus dihadapi dengan kesepakatan bersama. Namun bukan berarti atas nama kontrak sosial itu, kita tak boleh menjadi diri sendiri. Bagian untuk tetap menjadi diri sendiri inilah yang disebut privasi. Privasi bukan berarti menutupi-nutupi sesuatu atau menyimpan misteri dalam perkawinan. Privasi adalah sisi pribadi yang dijaga bagi diri sendiri.
Ketika menikah, ego manusia tetap menuntut adanya batasan bagi orang lain untuk memasuki wilayah pribadinya. Meski terikat oleh ikatan perkawinan, baik istri maupun suami sebenarnya adalah pribadi yang independen. Contoh, mereka berhak mengembangkan dirinya lewat minat-minat pribadi yang ingin terus dilakoninya.
Membiarkan adanya privasi di antara pasangan suami istri malah akan membantu perkembangan individu di kedua belah pihak. Individu yang merasa nyaman dengan dirinya sendiri akan mampu mengendalikan kehidupannya sebagai seorang pribadi yang bebas. Situasi ini kemudian bisa membawa angin segar dalam kehidupan rumah tangga. Privasi juga membuat individu sehat secara mental sehingga ia akan mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan sosial dalam lingkungan sosialnya.
Selain itu, memberikan ruang privasi pada kehidupan perkawinan justru mencerminkan sikap saling percaya satu sama lain. Untuk diketahui, sikap percaya adalah kunci dari perkawinan yang sehat.
KETAHUI WILAYAH PRIBADI
Privasi membutuhkan penyesuaian sekaligus pengertian dari kedua belah pihak. Karena itu, setiap pasangan mesti menentukan apa yang dimaksud dengan wilayah pribadi masing-masing itu. Idealnya, dalam masa penjajakan sebelum perkawinan, masing-masing pihak sudah bisa mendapat gambaran privasi dalam bentuk apa yang diinginkan oleh calon pasangannya untuk menghindari timbulnya kecurigaan kelak dalam perkawinan.
Misal, apa yang dimaksud dalam soal pribadi; soal pendapatan, waktu untuk menekuni hobi, cerita tentang masa lalu atau mantan pacar, hubungan komunikasi dengan pihak lain lewat telepon genggam atau e-mail dan lain-lain. Privasi ini seyogianya menjadi kesepakatan di dalam perkawinan sehingga tak perlu terjadi adanya pelanggaran dalam privasi yang memberi dampak buruk pada perkawinan.
BLAKBLAKAN & JATI DIRI
Terbuka pada pasangan memang diperlukan dalam kehidupan perkawinan. Namun, jika terlalu blakblakan, nyaris tak pernah punya ruang pribadi masing-masing, tampaknya juga tak sehat. Pasalnya, kehilangan ruang pribadi malah membuat konsep diri jadi menurun. Lo, kok, bisa? Coba Anda bayangkan, ketika Anda membutuhkan waktu untuk diri sendiri (me time), misalnya untuk menekuni hobinamun pasangan minta ditemani ke suatu tempat. Anda segan menolak karena tak ingin melukai hati pasangan. Mungkin awal-awalnya Anda bisa menerima. Namun, lama kelamaan, sikap selalu mengalah ini justru membuat Anda frustrasi. Akibatnya, Anda sendiri tidak berkembang karena kehilangan momen-momen untuk “meng-up grade” diri, Anda pun diam-diam menumpuk dendam pada pasangan karena menganggap dirinya sebagai penghambat kebebasan Anda. Pada akhirnya hal ini menjadi penghambat hubungan Anda dengan pasangan.
Untungnya, sebagian besar pasangan tetap menginginkan privasi. Privasi diperlukan untuk mengembangkan dan membuat nyaman dirinya sendiri. Privasi juga mencerminkan adanya sikap saling percaya.
MILIK BERSAMA ATAU PRIVASI?
Mungkin Anda pernah bertengkar lantaran memergoki pasangan tengah asyik membaca SMS di ponsel Anda. Atau Anda kesal karena merasa ditolak ketika pasangan berkata ingin menyendiri. Agar hal-hal ini tidak terjadi, setiap pasangan hendaknya menghormati wilayah pribadi masing-masing.
Handphone
Telepon genggam adalah milik pribadi karena nomor yang terdaftar pada operator adalah milik pribadi juga. Bila Anda penasaran ingin melihat SMS yang masuk atau mengangkat HP nya yang berdering, mintalah izin terlebih dulu.
“Saya mengganggap HP adalah barang pribadi. Makanya saya tidak suka kalau dilihat SMS-nya atau diangkat orang lain. Saya pun tidak pernah melihat isi HP suami. Pernah ada telepon di malam hari berdering di HP suami saya. Saya tanya siapa yang telepon, setelah dijelaskan, saya mengerti. Toh kalau bohong, ketahuan kok dari sikap atau matanya.” (Ervina, 32)
Tiap orang sebaiknya tetap punya e-mail pribadi, misalnya untuk menjalin komunikasi dengan pihak lain yang berhubungan dengan karier atau pengembangan pribadi. Dengan e-mail pribadi pun, Anda dapat bergabung dengan milis yang sesuai minat Anda.
“Aku punya dua email pribadi di
rumah. Meskipun yahoo-nya sama, yang satu aku buat atas nama berdua. Gunanya untuk komunikasi dengan keluarga besar karena kami tergabung di milis keluarga atau saling berkirim kabar dengan teman-teman kami berdua. Alamat e-mail lain milik aku pribadi. Jadi aku tidak perlu memberitahukan password-nya karena memang untuk e-mail-e-mail urusan pribadiku. Istriku juga punya e-mail pribadi kok. Kami sudah saling tahu itu.” (Saiful, 31)
Dompet
Hampir semua orang menganggap, dompet adalah wilayah pribadi. Oleh sebab itu, mereka tak rela bila orang lain, termasuk pasangannya, membuka dompet mereka.
“Meski isi uangnya tidak banyak, dompet itu hak pribadi seseorang. Istri saya tahu itu, jadi enggak berani mengorek-ngorek. Saya pun enggak pernah membuka dompet milik istri. Tapi saya juga tidak masalah kalau istri membutuhkan sesuatu dari dompet saya. Asalkan atas seizin saya.” (Andika, 27)
Tabungan
Setiap orang berhak menikmati hasil jerih payahnya sendiri dalam bekerja. Namun, masalah uang sering kali menjadi hal yang sensitif di dalam keluarga. Komunikasikan pada pasangan bahwa Anda ingin mempunyai tabungan pribadi yang diambil dari sebagian penghasilan karena mempunyai satu tujuan, seperti ingin memperdalam hobi lewat pendidikan formal, berlibur ke tempat tujuan yang diidamkan sejak dulu, namun tempatnya tak cocok untuk membawa keluarga, dan lain sebagainya. Tentang jumlah tabungan, sepakati apakah perlu menjadi wilayah privasi atau harus selalu dikomunikasikan pada pasangan.
“Saya wanita bekerja dan berencana mengambil pensiun muda di usia 50 dan menekuni usaha katering. Sekarang, saya punya tabungan pribadi untuk kursus memasak dan membeli peralatan dapur yang akan membantu bisnis saya nanti. Suami saya tahu, kok. Malah dia suka nambahin. Dia juga punya tabungan pribadi untuk membeli tanah di kampung. Tentang jumlahnya, kami sama-sama tak pernah tanya, tuh.” (Wiwiek, 38)
Urusan kantor
Beberapa pasangan menganggap, urusan kantor menjadi wilayah pribadi yang tak perlu diceritakan pada pasangan. Namun, ada pula yang selalu menceritakannya, terutama di masa-masa sulit agar dapat berbagi dengan pasangan. Sepakati bersama apa saja hal-hal di kantor yang dapat dibagi kepada pasangan.
“Sejak menikah, urusan kantor memang sudah menjadi komitmen kami berdua bahwa tak perlu dibawa ke rumah. Kebetulan istri saya juga bekerja. Tapi, tanpa disadari, kadang-kadang obrolan kami di rumah juga nyerempet-nyerempet urusan kantor. Ya enggak apa-apa sih, sepanjang bukan dipaksa cerita.” (Bowo, 32)
Hobi
Punya waktu diri sendiri untuk menekuni minat atau hobi menyehatkan mental dan meningkatkan kemampuan diri. Pada akhirnya juga menyegarkan kehidupan perkawinan. Oleh sebab itu, luangkan waktu melakukannya.
“Suami suka asyik sampai berjam-jam dengan tanamannya di hari Minggu. Saya tidak mau mengganggunya karena saya juga ingin melakukan hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti ke salon untuk merawat diri. Meski begitu, kami tetap senang menikmati saat-saat bersama dengan anak-anak.” (Neta, 33)
Santi Hartono.
Narasumber:
Ronny Hanggoro Psi. Msi.,
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan (LPT UI) Universitas Indonesia
eMmm jd gmn sih cara kamu dan pasangamu saling menjaga privasi? Boleh donnk sharing2 siapa tau bisa jd ilmu yg bermanfaat ![]()
“Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.”(HR. Bukhari – Muslim)

eMmm salah satu tempat makan favorit keluarga aQ klo ke Puncak namanya Sinar Alam 1 di Jl. Raya Puncak KM 83. Keluarga aQ lebih seneng kesana malem2, klo kata papa ngadem™ .

Tempatnya asik jadi Qta makan sambil lesehan trus tempat makannya itu mengelilingin kolam ikan. nah itu skrinsutnya. Makan favorit keluarga aQ ayam kremes, eMmm it’s so yummy.. soalnya ayamnya ayam kampung dan bumbu dari kremesnya pokoknya maknyos xixixi
. Ini skrinsutnya *mendadak laper* ![]()

Karena pada sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan.
Ketika aQ memohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberiQu kesulitan agar aQ menjadi kuat
Ketika aQ memohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiQu masalah
Ketika aQ memohon kepada Allah kesejahteraan ,
Allah memberiQu akal utk berfikir
Ketika aQ memohon kepada Allah keberanian,
Allah memberiQu kondisi bahaya utk Qu’atasi
Ketika aQ memohon kepada Allah sebuah cinta,
Allah memberiQu org2 bermasalah utk Qu’tolong
Ketika aQ memohon kepada Allah bantuan,
Allah memberiQu kesempatan
aQ tak menerima apa yang aQ pinta,
tp aQ menerima segalanya yang aQ butuhkan.
DoaQu terjawab sudah.. ![]()




@sasha : hehehe kmrn jg gitu tp pas dpt infonya jd...








